Jumat, 24 Juni 2016

Give This a Title

This time I will post something about... uhm, feeling. Ya, perasaan... ku.

Banyak sekali kutemui orang yang pacaran sampai bertahun-tahun atau hanya beberapa bulan, atau bahkan beberapa hari. Aku memang pernah pacaran--but that was stupid I'm not gonna discuss it. Dan, kebanyakan alasan mereka pacaran adalah cinta.

Well, Aku tidak yakin apa itu cinta. Yang kutau, cinta itu adalah sebuah perasaan emosi. Emosi yang bagaimana? Entahlah. I'm not really sure I've ever feel something like that. Aku juga tidak mau mengatakan cinta kepada seseorang jika aku tidak benar-benar merasakannya. 

Note: yang kumaksud cinta disini adalah antara laki-laki dan perempuan.

Yang pernah kurasakan adalah perasaan senang ketika melihat seseorang. Well, I doubt that was an emotion. And I've been wondering if that was love. Aku merasakan perasaan itu selama bertahun-tahun pada orang yang sama. Aku tau perasaan itu hanya rasa suka. And it was only one sided.

I remembered, I was crying like an idiot when I found out that he just got a new girlfriend. Oh my Gosh, that was really embarrassing thing. Aku tidak akan mau merasakan seperti itu lagi. Cry over boys. Ugh. Awalnya kukira aku akan merasakan perasaan semacam ini hanya beberapa bulan saja, lalu melupakannya. Tapi pada kenyataannya baru tiga bulan lalu aku menyadari kalau aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya. Padahal kejadian itu sudah lebih dari tiga tahun lalu. 

Setelah aku menyadari aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, aku merasa dunia seperti kosong. Tidak ada lagi detak jantung yang seperti ingin mendesak keluar dari dalam tubuh ketika melihat orang itu, atau senyum tanpa henti setelah saling sapa yang membuatku terlihat bodoh. But, man, this moment is just really relaxing. I'm enjoying this kind of moment right now. The moment when I don't feel anything.

Kau tau bagaimana caraku melupakannya? Aku menekan perasaanku sedalam mungkin. Aku tidak mempedulikannya, aku fokus pada sekolahku, dan aku tidak mengatakan apapun pada sahabat-sahabatku. Well, biasanya aku sering bercerita kepada mereka apapun tentang that guy. Lately, I never tell them anything. So, yeah. I did it. Aku tidak merasakan apapun sekarang.  Walau cara itu sedikit menyiksaku. I think it's worth it.

Sebenarnya aku sedikit merasa takut. Aku takut terlalu menekan perasaanku hingga benar-benar tidak bisa merasakan apapun. Aku sudah berusaha menyukai seseorang setelah itu. But it didn't work. Is that a bad thing?

I'm wondering, if what I felt toward that guy was something like love, can I feel something more than that for another guy someday? Kalau iya, kuharap orang itu merasakan hal yang sama padaku. Karena menjadi sendirian itu melelahkan.

1 komentar: