Dear Sahabat,
Halo, apa kabar? Semoga kamu bahagia. Karena aku disini mencoba bahagia. Bukan apa-apa. Aku hanya sedang berusaha terbiasa dengan hidup yang semakin keras. Tenang saja, aku akan terus berusaha bertahan ada atau tanpa hadirnya kamu. Tapi asal kamu tau saja, kamulah salah satu alasan aku bisa bertahan. Kamu selalu berhasil menghiburku dengan tawamu yang secerah matahari pagi. Dan kamu juga senantiasa menyemangatiku dengan kata-kata seindah matahari senja. Kamu membantuku lebih merasakan hidup yang mana hampir membuatku terjatuh. Kamu memelukku disaat seribu orang mencaciku. Dan dengan kesabaranmu, kamu tetap tidak meninggalkanku walau seringkali sifat kekanakanku menyakitimu. Semua itu membuatku begitu bersyukur pada Allah karena sudah menghadirkanmu di hidupku.
Aku tau suatu hari kita akan berpisah dan hidup untuk menjalani mimpi masing-masing. Karena itu aku ingin berterimakasih dan meminta maaf. Terima kasih karena telah memberi warna dihidupku. Terima kasih karena telah bersedia berjalan bersamaku. Terima kasih untuk semuanya. Maaf karena aku belum bisa menjadi sahabat yang baik. Maaf jika aku terlalu bergantung padamu. Maaf jika aku belum bisa mengerti kamu. Maaf jika kegengsianku dan keegoisanku menyakitimu. Maaf karena caraku berteman denganmu tidak seperti orang pada umumnya. Maaf. Tapi ketahuilah. Semua itu semata-mata karena aku membutuhkanmu.
Dan bila hari dimana kita melangkah di jalan yang berbeda datang, kamu tidak perlu khawatir. Karena meski mungkin kita tidak bisa tertawa dan menangis bersama sesering dulu, kamu akan selalu punya tempat dihatiku dan semua yang kita lalui bersama akan selalu menjadi memori yang terindah. Karena kamu sahabat terbaikku.
Dari,
Seseorang yang menganggapmu sahabat sejati.
